By
: Ivan Madrid Asmaji
Nama saya Ivan Madrid Asmaji. Saya adalah mahasiswa
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak jurusan Pendidikan Agama Islam
(PAI). Artikel ini adalah opini saya tentang tanggapan dunia terhadap agama
Islam.
Saya menulis artikel dengan judul “Akankah Dunia
Menjadi Lebih Baik Tanpa Islam ?”, karena saya terinspirasi dari sebuah film
Indonesia yang berjudul “Bulan Terbelah di Langit Amerika”. Film ini menceritakan
tentang kejadian hancurnya menara kembar yang disebut tragedi 9/11 atau WTC di
New York. Dalam film ini juga menceritakan bahwa agama Islam pada saat itu
dianggap sebagai sumber kekacaun yang telah terjadi, bahkan penganutnya pun
diakatakan sebagai teroris. Dan mereka sangat membenci apabila melihat wanita
muslimah yang menggunakan jilbab dan mengatakannya sebagai teroris yang telah
mengebom menara kembar tersebut.
Jawaban saya atas pendapat di atas adalah “Tidak”.
Karena Islam adalah kedamaian, Islam yang mengajarkan kepada kita untuk saling
tolong-menolong antar sesama umat manusia baik sesama muslim dan non muslim,
dan Islam juga yang mengajarkan kepada kita sikap toleransi terhadap setiap
perbedaan kepercayaan dan agama yang dipeluk oleh setiap umat manusia. Jadi,
menurut saya dunia akan lebih baik dengan adanya Islam.
Banyak orang yang berpendapat bahwa manusia akan
menjadi lebih baik tanpa adanya agama. Mereka bahkan mengatakan bahwa
peperangan yang terjadi antara manusia itu disebabkan oleh agama. Menurut saya
semua itu salah, bukan agama yang mengakibatkan semua itu, tetapi manusia itu
sendiri yang menyebabkan semua itu terjadi, itu karena manusia terlalu sibuk
mencari harta dan jabatan mereka, dan pada akhirnya mereka menghalalkan segala
cara. Jadi menurut saya, manusia tanpa agama adalah manusia tanpa pelindung,
tanpa pedoman, tanpa ajaran, dan tanpa petunjuk.
Agama sangat penting bagi kehidupan manusia di dunia,
khususunya agama Islam. Kerana Islam itu salam dan Islam itu damai. Jadi saya
menghimbau untuk semua pembaca agar tidak menyalahkan agama kita masing-masing.
Karena pada dasarnya bukan agama kita yang salah, tetapi kita sendiri yang
salah dan mengatas namakan agama kita. Jadi, bukan agama yang memisahkan
manusia atau membeda-bedakan manusia, tetapi itu karena keinginan dan kesalahan
dari manusia itu sendiri.
INGAT, “Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar