Jumat, 19 Juni 2020

Akankah Dunia Menjadi Lebih Baik Tanpa Islam?


By : Ivan Madrid Asmaji

Nama saya Ivan Madrid Asmaji. Saya adalah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel ini adalah opini saya tentang tanggapan dunia terhadap agama Islam.
Saya menulis artikel dengan judul “Akankah Dunia Menjadi Lebih Baik Tanpa Islam ?”, karena saya terinspirasi dari sebuah film Indonesia yang berjudul “Bulan Terbelah di Langit Amerika”. Film ini menceritakan tentang kejadian hancurnya menara kembar yang disebut tragedi 9/11 atau WTC di New York. Dalam film ini juga menceritakan bahwa agama Islam pada saat itu dianggap sebagai sumber kekacaun yang telah terjadi, bahkan penganutnya pun diakatakan sebagai teroris. Dan mereka sangat membenci apabila melihat wanita muslimah yang menggunakan jilbab dan mengatakannya sebagai teroris yang telah mengebom menara kembar tersebut.
Jawaban saya atas pendapat di atas adalah “Tidak”. Karena Islam adalah kedamaian, Islam yang mengajarkan kepada kita untuk saling tolong-menolong antar sesama umat manusia baik sesama muslim dan non muslim, dan Islam juga yang mengajarkan kepada kita sikap toleransi terhadap setiap perbedaan kepercayaan dan agama yang dipeluk oleh setiap umat manusia. Jadi, menurut saya dunia akan lebih baik dengan adanya Islam.
Banyak orang yang berpendapat bahwa manusia akan menjadi lebih baik tanpa adanya agama. Mereka bahkan mengatakan bahwa peperangan yang terjadi antara manusia itu disebabkan oleh agama. Menurut saya semua itu salah, bukan agama yang mengakibatkan semua itu, tetapi manusia itu sendiri yang menyebabkan semua itu terjadi, itu karena manusia terlalu sibuk mencari harta dan jabatan mereka, dan pada akhirnya mereka menghalalkan segala cara. Jadi menurut saya, manusia tanpa agama adalah manusia tanpa pelindung, tanpa pedoman, tanpa ajaran, dan tanpa petunjuk.
Agama sangat penting bagi kehidupan manusia di dunia, khususunya agama Islam. Kerana Islam itu salam dan Islam itu damai. Jadi saya menghimbau untuk semua pembaca agar tidak menyalahkan agama kita masing-masing. Karena pada dasarnya bukan agama kita yang salah, tetapi kita sendiri yang salah dan mengatas namakan agama kita. Jadi, bukan agama yang memisahkan manusia atau membeda-bedakan manusia, tetapi itu karena keinginan dan kesalahan dari manusia itu sendiri.
INGAT, “Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI KIAMAT (Perspektif Akidah ASWAJA)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kembali lagi dengan Asmaji_Blogger, semoga semuanya sehat dan tetap semangat dalam membaca d...