Senin, 11 Mei 2020

Batu Yang Memancarkan Ramalan Ghaib

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....
Kembali lagi dengan asmaji blooger, kali ini asmaji akan berbagi sebuah kisah atau dongeng pada zaman Rasulullah. InsyaAllah ceritanya menarik, penasaran.... Langsung baca deh 😊😉


Pada tahun kelima Hijriah, terjadi perang Khandaq. Ketika itu para pemuka Yahudi pergi ke Mekkah menghasut orang-orang musryik dan golongan-golongan kuffar diajak bersekutu untuk menghadapai Rasulullah dan kaum Muslimin. Mereka mengatur siasat dan taktik perang secara licik. Pasukan musyrik Quraisy dan Ghathfan akan menyerang kota Madinah dari luar, semantara Bani Quraidlah atau Yahudi akan menyerang dari dalam, yaitu dari belakang barisan kaum Muslimin, sehingga mereka alam terjepit dari 2 arah.
Ketika melihat datang nya pasukan tentara yang besar mendekati kita Madinah dengan membawa perbekalan dan persenjataan yang lengkap, kaum Muslimin menjadi panik. Mereka bagaikan kehilangan akal melihat situasi yang tak diduga-duga itu.
24.000 orang di bawah pimpinan Abu Sufyan dan Uyainah bin Hisn mendekati kota Madinah dengan maksud hendak mengepung dan menghancurkan kaum Muslimin. Prajurit itu tidak saja terdiri dari orang-orang Quraisy, tetapi juga dari berbagai kabilah atau suku yang menganggap Islam sebagai lawan yang membahayakan mereka.
Kaum Muslimin menyadari keadaan mereka dalan bahaya. Rasulullah kemudian mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah. Dan tentu saja mereka setuju untuk mengangkat senjata, tetapi apa yang harus mereka lakukan untuk bertahan?
Ketika itulah di antara para sahabat tampil seorang yang tinggi jangkung dan berambut lebat, seorang yang di sayangi dan dihormati Rasulullah, doa lah Salman al-Farisi. Dari tempat yang tinggi di atas bukit, Salman mengawasi dan meninjau sekitar kota Madinah yang dikelilingi gunung dan bukit-bukit yang bagaikan bentang. Hanya ada 1 daerah uang terbuka dan luas membentang panjang, hingga dengan mudah akan dapat diserbu musuh untuk memasuki bentang pertahanan.
Di negerinya, persi, Salman telah mempunyai pengalaman tentang tehnik dan sarana perang serta siasat dan liku-likunya. Maka ia mengajukan usul kepada Rasulullah untuk membuat parit. Rencana yang diajukan Salman itu belum pernah dikenal oleh bangsa Arab dalam peperangan mereka selama itu. Rencana itu berupa penggalian Khandaq atau parit perlindungan sepanjang daerah terbuka di sekeliling kota. 
Rasulullah menyetujui usulan Salman itu, kemudian dimuliakan pembuatan parit tesebut, tak ketinggalan Rasulullah juga bekerja, dengan membawa tembilang beliau menggali tanah. Suatu ketika di tempat penggalian Salman bersama kaum Muslimin lainnya, tembilang mereka membentur sebuah batu besar. Salman yang berperawakan tinggi besar dan bertenaga kuat tak mampu menghancurkan batu yang menghalangi jalur parit itu, meskipun telah dibantu oleh teman-temannya batu itu tidak dapat dihancurkan.
Akhirnya Salman pergi menghadap Rasulullah, minta ijin untuk mengalihkan jalur parit dari garis semula, menghindari batu besar itu. Rasulullah lalu pergi melihat batu besar yang tak tergoyahkan itu. Dan setelah melihat sendiri baru besar itu, beliau meminta sebuah tembilang dan menyuruh pada sahabat mundur agar terhindar dari pecahan2 batu nanti. Rencananya Basmalah, Rasulullah mengangkat kedua tangan nya yang memegang tembilang itu, dan dengan sekuat tenaga dihujamkannya ke batu besar itu. Seketika batu itu terbelah. Dan tiba2 dari celah belahannya yang besar keluar lidah api yang membumbung tinggi, hingga menerangi pinggiran kota Madinah.
Rasulullah kemudian bersabda:
“Allah Maha Besar! Aku dikarunia kunci2 istana negeri Persi, dan dari lambaian api tadi nyata olehku dengan nyata istana2 kerajaan Hirah, begitu juga kota2 maharaja Persi dan bahwa umatku akan menguasi semuanya”.
Kemudian Rasulullah mengangkat kembali tembilang nya dan memukul ke batu itu untuk kedua kalinya, maka tampaklah seperti tadi, pecahan batu besar menyemburkan lambaian api yang tinggi, Rasulullah lalu bertakbir dan bersabda:
“Allah Maha Besar! Aku telah dikaruniai kunci2 negeri Romawi, dna tampak nyata olehku istana2 merahnya, dan bahwa umatku akan menguasainya”.
Kembali Rasulullah menujukkan tembilang nya untuk yang ketiga kalinya, dan batu besar itu pun hancur berderai, sinarnya terang benderang. Rasulullah mengucap, “La ilaha illallah” diikuti dengan gemuruh kaum Muslimin. Rasulullah kemudian bercerita bahwa beliau melihat istana2 di Syiri’a dan Shan'a, begitu juga daerah2 lain yang suatu ketika nanti di bawah naungan bendara Allah yang berkibar.
Maka dengan penuh keimanan kaum Muslimin pun serentak berseru, 
“Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya”.
Salman al-Farisi adalah orang yang mengajukan saran untuk membuat parit, dan dia yang menemukan batu yang telah memancarkan rahasia dan ramalan2 ghaib. Dia berdiri di samping Rasulullah menyaksikan cahaya dan mendengar berita gembira yang disampaikan Rasulullah. Dan Saan masih hidup ketika ramalan itu menjadi kenyataan. Disaksikan sendiri kota2 di Persi dan Romawi, serta istana2 di Shan'a, Mesir, Syiria dan Irak berada di bawah naungan panji2 Allah.

Referensi: Ir. Anam & KidhHidayat. 30 DONGENG SEBELUM TIDUR 09. MITRA UMMAT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI KIAMAT (Perspektif Akidah ASWAJA)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kembali lagi dengan Asmaji_Blogger, semoga semuanya sehat dan tetap semangat dalam membaca d...