Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kembali
lagi dengan Asmaji_Blogger, semoga semuanya sehat dan tetap semangat dalam
membaca dan mencari ilmu. Kali ini Asmaji_Blogger akan sedikit berbagi
informasi tentang HARI KIAMAT dalam buku yang Asmaji_Blogger
punya, data buku ada di akhir penulisan, silahkan dibaca ya teman2 :)
HARI KIAMAT
Hari kiamat adalah kejadian
luar biasa yang pada hari itu langit dan bumi dilipat serta hilangnya
keteraturan seluruh alam raya ini. Meyakini adanya Hari Kiamat merupakan
hal yang wajib bagi seluruh umat Islam akan terjadinya. Tanpa beriman kepada
hari kiamat, iman seseorang tidak akan diterima. Sebagaimana tidak diterima
apabila tidak beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitabNya,
rasul-rasulNya, dan qadha qadar dariNya. Allah Swt berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ
وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ
مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ
وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Kewajiban mengimani Hari
kiamat ini tergolong sebagai sesuatu yang maklum dlaruri (diketahui secara
pasti), karena itu orang yang tidak mengimani terjadinya hari kiamat ia
dikatakan sebagai orang yang tidak beriman atau kafir.
Menurut qaul shahîh,
permulaan dari kiamat adalah hari Hasyr (Berkumpul) dan berakhirnya sampai
waktu yang tidak ditentukan. Ada yang berpendapat bahwa kiamat berakhir sampai
masuknya Penghuni surga menuju surga dan penghuni neraka menuju neraka.
Mengenai kepastian adanya Hari
kiamat, Allah menegaskan dalam firman-firmanNya, diantaranya:
وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ
إِلَيْكَ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا
وَتُنذِرَ يَوْمَ ٱلْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌ فِى ٱلْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ
فِى ٱلسَّعِيرِ
Artinya: Demikianlah Kami wahyukan
kepadamu Al Quran bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada Ummu Al
(penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya memberi peringatan
(pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya.
segolongan masuk surga, dan segolongan Jahanam. (Qs. As Syürå : 7)
وَإِذَا وَقَعَ ٱلْقَوْلُ
عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَآبَّةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ
ٱلنَّاسَ كَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ
Artinya: Dan apabila Perkataan
telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang
akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin
kepada ayat-ayat Kami. (Qs. An Naml : 82)
Yang dimaksud dengan
"Perkataan" dalam ayat di atas ialah ketentuan datangnya masa
kehancuran alam. salah satu dari tandatanda kehancuran alam ialah keluarnya
sejenis binatang melata yang disebut dalam ayat ini.
حَتَّىٰ
إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ
وَاقْتَرَبَ
الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا
وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ
Artinya: Hingga apabila dibukakan
(tembok) Ya'jüj dan Ma'jüj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat
yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit),
Maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (mereka berkata):
"Aduhai, celakalah Kami, Sesungguhnya Kami adalah dalam kelalaian tentang
ini, bahkan Kami adalah orang-orang yang zalim".(Qs. Al
Anbiyå' : 96-97)
Kiamat ini terbagi menjadi dua
bagian. Kiamat Sughra dan Kiamat kubra. Kiamat sughra adalah Kematian yang
dialami oleh manusia. Sedangkan kiamat Kubra adalah hari pamungkas yang abadi
dan tiada hari setelahnya.
Tanda-tanda Kiamat
Tanda-tanda akan terjadinya kiamat
ini dijelaskan begitu banyak dalam Al Quran maupun Hadits. Bahkan sebagian dari
tanda-tanda kiamat ini juga tergolong sebagai ma'lüm Dharüri.
Secara umum, tanda-tanda kiamat ini
tergolong menjadi dua bagian. Pertama, tanda-tanda kiamat yang bukti
kebenarannya bertendensi dari berita yang mencapai tingkat mutawâtir sehingga
dapat dipastikan dan diyakini kebenarannya. Kedua, Tanda kiamat yang dalil
kebenarannya hanya mencapai tahap Khabar Ahâd (individu) atau di bawah tingkat
mutawâtir. Meski Keduanya sama-sama dapat dijadikan pijakan kebenaran akan
terjadinya peristiwa tersebut namun secara tingkatan, bagian pertama lebih
tinggi dalam tingkat kebenarannya. Bagian pertama ini mancakup 5 hal :
1.
Munculnya Dajal
2.
Turunnya Nabi Isa As bin maryam
3.
Munculnya Ya'jûj dan Ma'jûj
4.
Munculnya hewan melata yang dapat berbicara (dâbbah)
5.
Terbitnya matahari dari arah barat
Bagian kedua ini
mencakup:
1.
Fitnah dahsyat yang membinasakan bangsa Arab
2.
Umat Islam akan memerangi kaum Yahudi dan mengalahkan mereka
3.
umlah wanita lebih banyak daripada jumlah laki-laki
4.
Merebaknya perzinahan dan perbuatan keji
5.
Bulan kelihatan membesar
6.
Islam menjadi asing dan mushaf Al Quran diangkat oleh Allah
Swt
7.
Keringnya sungai Eufrat dan menyingkap gunung emas atau
timbunan emas
8.
Munculnya pemimpin-pemimpin bodoh
Sumber: KH. Maimoen Zubair.
2016. MENGHAYATI Agama, Islam dan Aswaja. Kediri: LIBROYO
PRESS (halaman 317-320)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar