Sabtu, 27 Juni 2020

NIKMAT DAN SIKSA KUBUR (Perspektif Akidah ASWAJA)


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kembali lagi dengan Asmaji_Blogger, semoga semuanya sehat dan tetap semangat dalam membaca dan mencari ilmu. Kali ini Asmaji_Blogger akan sedikit berbagi informasi tentang NIKMAT DAN SIKSA KUBUR dalam buku yang Asmaji_Blogger punya, data buku ada di akhir penulisan, silahkan dibaca ya teman2 :)


NIKMAT DAN SIKSA KUBUR
Hal pertama yang terjadi di alam kubur adalah kedatangan malaikat Munkar dan Nakir yang menanyakan kepada mayit tentang apa saja yang dibawa oleh Rasülullåh Saw mencakup perihal ketuhanan, agama dan kerasulan. Jika si mayit tersebut seorang mukmin yang taat maka ia akan menjawab semua pertanyaan yang diajukan dengan lancar, namun jika mayit tersebut orang munafik atau kafir maka ia akan mengalami kesulitan dan kesalahan dalam menjawabnya. sesuai dengan hadits Rasulullah yang artinya:
Sesungguhnya saat hamba diletakkan di dalam kubur dan para kawannya meninngalkannya, ia mendengar suara langkah sandal mereka dan ketika mereka bubar, datang kepadanya dua malaikat dan duduk seraya menanyakan 'tapa yang engkau ketahui tentang lelaki yang bernama muhammad?" jika ia merupakan orang mukmin, (maka ia menjawab) "aku bersaksi bahwa muhammad adalah hamba allah dan utusan-Nya". Lantas diucapkan kepadanya "lihatlah pada neraka tempat kau tinggal, Allah telah menggantikannya untukmu dengan tempat yang berupa surga” maka ia dapat melihat terhadap dua malaikat itu Namun jika hamba tersebut orang kafir atau munafik maka ia akQn menjawab "aku tidak mengetahui aku ada di mana” lantas berkata ('al,u menjawab seperti jawaban umumnya manusia terhadap Muhammad„ maka diucapkan kepadanya "engkau tidak mengerti (tentang muhammad) dan engkau tidak menjawab” lantas ia dipukul dengan martil besi tepatnya pada bagian antara dua telinganya lantas ia menjerit dengan jeritan yang dapat didengar oleh makhluk Yang berada di sisinya kecuali manusia dan jin”. (HR. Bukhâri)
Membenarkan dan meyakini terjadinya pertanyaan oleh dua malaikat ini adalah hal yang wajib, karena hal tersebut masih mungkin terjadi sedangkan allah berkuasa menghidupkan orang mati Dan segala sesuatu yang masih bisa diterima oleh akal dan dikuatkan dengan dalil naqli maka wajib untuk diterima. karena tidak ada pendorong untuk menanyai mayit kecuali hanya dengan mengembalikan sifat hidup terhadap juz (Anggota badan) tertentu dari mayit agar dapat memahami pertanyaan yang diajukan oleh dua malaikat. Pengembalian juz tersebut secara Dzâtiyah-nya masih tergolong sesuatu yang mungkin terjadi. Hal ini tidak dapat kita bandingkan dengan kejadian yang terjadi di dunia, sebab sesuatu yang ada di alam barzakh itu tidak dapat dibandingkan dengan sesuatu yang ada di dunia ini dan tidak bisa ditolak dengan kenyataan yang ada yang berupa diamnya tubuh mayit ataupun ke-tidak kuasaan kita untuk mendengar pertanyaan malaikat kepada mayit.
Siksaan yang dialami oleh mayit itu seperti penyempitan (Tadhyîq) liang kubur, Ular besar di dalam liang Iahat, genggaman tanah kepada jasad si mayit sampai menjadi tercerai berai dan siksasiksa lain.
Sedangkan kenikmatan yang dialami mayit itu seperti perluasan (Tausî') liang kubur sampai 70 dzirâ'/hasta, pemberian lampu yang dipasang di dalam kubur untuk menerangi si mayit, memberikan wewangian di dalam kubur, menjadikan liang kubur sebagai bagian dari pertamanan surga dan kenikmatan-kenikmatan yang lain.
Siksaan dan kenikmatan yang diterima oleh ahli kubur ini langsung dapat dirasakan oleh ruh dan jasad mereka walaupun jasad mereka telah terpisah atau telah habis dimakan hewan buas atau ikan laut, sebab penyiksaan pada ruh dan jasad adalah suatu yang mungkin secara akal.

Sumber: KH. Maimoen Zubair. 2016. MENGHAYATI Agama, Islam dan Aswaja. Kediri: LIBROYO PRESS (halaman 315-316)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI KIAMAT (Perspektif Akidah ASWAJA)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kembali lagi dengan Asmaji_Blogger, semoga semuanya sehat dan tetap semangat dalam membaca d...