Sabtu, 27 Juni 2020

KEHIDUPAN DI ALAM BARZAKH (Perspektif Akidah ASWAJA)


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kembali lagi dengan Asmaji_Blogger, semoga semuanya sehat dan tetap semangat dalam membaca dan mencari ilmu. Kali ini Asmaji_Blogger akan sedikit berbagi informasi tentang KEHIDUPAN DI ALAM BARZAKH dalam buku yang Asmaji_Blogger punya, data buku ada di akhir penulisan, silahkan dibaca ya teman2 :)


KEHIDUPAN DI ALAM BARZAKH
Dari segi bahasa, "barzakh" memiliki arti "pernisah atau batas”. Para ulama' mengartikan alam barzakh sebagai periode pernisah (transisi) antara kehidupan dunia dan akhirat. Kehidupan di barzakh memungkinkan seseorang untuk melihat kehidupan dunia dan akhirat Jika ditamsilkan, kehidupan di alam barzakh bagaikan berada dalarn suatu ruangan terpisah yang terbuat dari kaca. Saat menatap kearah depan, seseorang dapat melihat kondisi di hari kemudian, sedangkan menatap arah belakang, ia dapat melihat kehidupan yang ada di dunia.
Ayat-ayat dalam Al Quran yang menjelaskan hidupnya orangorang yang mati Syahid, seperti dalam ayat:
وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَن يُقْتَلُ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتٌۢ ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ
Artinya: Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kalian tidak menyadarinya. (Qs. Al Baqarah : 154)
Kehidupan dalam ayat di atas ditafsiri oleh para Ulama sebagai kehidupan di alam barzakh. Begitu juga kehidupan yang dialami oleh para Auliya' dan para Nabi.
Cukup banyak ayat Al Quran yang dijadikan tendensi utama akan adanya masa di saat manusia berada di alam barzakh, seperti ayat:
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (100)
Artinya: (Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada barzakh (pemisah) sampai hari mereka dibangkitkan. (Qs. Al Muminûn : 99-100)
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِٱللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوَٰتًا فَأَحْيَٰكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Artinya: Mengapa kamu kafir kepada Allah, Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkanNya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?. (Qs. Al Baqarah : 28)
قَالُوا۟ يَٰوَيْلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلْمُرْسَلُونَ
Artinya: Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! siapakah yang membangkitkan Kami dari tempat-tidur Kami (kubur)?". Inilah yang dijanjikan (tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul rasul(Nya). (Qs. Yåsin : 52)

Sumber: KH. Maimoen Zubair. 2016. MENGHAYATI Agama, Islam dan Aswaja. Kediri: LIBROYO PRESS (halaman 313-315)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI KIAMAT (Perspektif Akidah ASWAJA)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kembali lagi dengan Asmaji_Blogger, semoga semuanya sehat dan tetap semangat dalam membaca d...