Minggu, 22 Maret 2020

PENGALAMAN PRIBADI TENTANG WABAH COVID-19 (CORONA)

PENGALAMAN PRIBADI TENTANG WABAH COVID-19
Assamalamualaikum Warahmatullahi Wavarakatuh
Pada kesempatan ini, penulis akan membagikan cerita tentang pengalaman pribadi penulis terhadap wabah Covid-19, atau yang disebut orang-orang Indonesia dengan istilah virus Corona.
Dari beberapa literature yang telah saya baca, saya mendapatkan beberapa informasi bahwa virus Corona adalah wabah penyakit yang sangat mudah menular melalui kontak fisik. Virus Corona ini berasal dari orang-orang yang memakan daging hewan yang mengandung racun dan tidak dimasak saat memakannya. Daging-daging hewan tersebut juga tidak disembelih semana mestinya yang diajarkan dalam Islam, saya melihat proses pemotongan dan pemanggangan secara hidup-hidup di berbagai media sosial, dan itu sangat tidak dianjurkan sekali dalam Islam dan dalam kesehatan. Binatang-binatang yang dimakan juga biasanya dimakan dalam keadaan mentah, dan alasan mereka memakan daging mentah tersebut supaya kandungan gizi dan protein pada makanan tersebut masih tetap segar, padahal jika makanan tersebut dikonsumsi dalam keadaan belum matang atau kurang matang, maka bakteri-bakteri jahat yang masih berada di daging tersebut tetap hidup dan bersarang di dalam tubuh orang yang mamaknnya. Maka sangat dianjurkan bagi kita semua untuk mengkonsumsi makanan yang sudah dimasak terlebih dahulu.
Virus Corona ini pertama kali menyebar di Wuhan, China. Virus ini mulai muncul dan menyebar pada orang-orang China yang memiliki kebiasaan buruk yaitu memakan semua jenis hewan. Berbagai jenis hewan yang mereka makan, bahkan hamper semua, seperti hewan yang beracun, memiliki bias, hewan yang menjijikkan dan bahkan ada yang memakannya dalam keadaan mentah dan hidup-hidup. Wabah ini terus menyebah di China, sampai sangat parah dan bahkan dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.
Virus ini kian menyebar sampai ke beberapa belahan dunia, bahkan banyak yang menyebabkan ini merupakan bencana bagi dunia. Virus ini kemudian menyebar di Italia dan akhirnya sampai juga di Indonesia.
Pada saat isu-isu mengenai sampainya virus Corona di Indonesia ini, semua masyarakat dibuat panik, baik dari pemerintah dan warganya juga, ya pastinya saya juga panik.
Setelah dikabarkan bahwa ada beberapa daerah di Indonesia yang terkena virus tersebut, makan pemerintah langsung membuat keputusan dan menggerakkan segala tim medis dan kemamanan untuk mensterilkan dan mengamankan para penduduk agar saling jaga jarak demi terhindarnya tertular dari virus Corona tersebut.
Setelah terdengar kabar virus telah sampai di kota kediaman saya saat ini, yaitu kota Pontianak, saya semakin khawatir, karena yang saya baca, gejala dari virus tersebut yaitu batuk dan pilek disertai pusing kepala. Saya sangat khawatir, karena pada saat itu kebetulan saya lagi dalam kondisi yang tidak fit, saya sakit flu dan batuk, tetapi saya berpikir positif bahwa penyakit tersebut hanya flu biasa bukan karena virus tersebut.
Saya mengalami sakit flu tersebut sejak 2 minggu yang lalu dan dalam waktu 1 minggu lebih saya sudah mendingan, dan pada akhirnya saya sembuh total, Alhamdulillah benar yang saya pikirkan bahwa itu hanya flu biasa.
Pada saat saya sakit kemaren, saya lumayan panik, karena gejalanya sama dengan yang disebabkan oleh vorus tersebut, akhirnya saya menghubungi orang tua saya, sontak orang tua saya juga panik, tapi pada saat itu virus Corona belum sampai di Pontianak.jadi mama saya bilang saya kalo keluar rumah harus pake masker, terus konsumsi minuman-minuman hangan dari kencur dan jahe, tapi saya tidak melakukannya, yaa karena saya malas mencarinya heheh, jangan ditiru ya… jadi keputusan yang saya lakukan adalah saya mengambil cara praktis saja, yaitu membeli obat flu batuk di apotek terdekat. Awanya saya membeli obat komik sachet, dan obat komik tersebut saya sampai habis 10 sachet, dan itupun belum sembuh juga. Akhirnya saya menyakinkan diri untuk tidak lagi mengkonsumsi minuman dingin selama 1 minggu. Jadi pada setiap bangun pagi saya selalu membuat air teh hangat, kemana-mana, nyantai di café mesannya teh hangat, kopi hangat, semua serba hangat, dan itu saya lakukan selama 1 minggu.
Setelah tersebar kabar bahwa virus Corona sampai di kota Pontianak, maka saat itu semuanya pada panik. Sampai-sampai pemerintah meliburkan semua lembaga pendidikan, baik itu tngkatan TK, SMP Sederajat, SMA Seferajat dan bahkan unversitas-unversitas diliburkan selama 2 minggu.
Setelah mendengar kabar tersebut, kampus tempat saya kuliah yaitu IAIN Pontianak juga diliburkan selama 2 minggu, dan masuk kembali pada tanggal 27 maret. Jadi semenjak libur itulah karantina dirumah sendiri saya rasakan. Selama libur itu saya bingung harus ngapain, dan banyak aturan-aturan yang mengatakan bahwa pada saat itu lebih baik di rumah dan tidak kemana-mana. Saya merasa sangat bosan bila harus berdiam diri di rumah, apalagi saya tinggal sendiri di rumah, karena adek saya pulkam.
Jadi pada saat hari minggu, saya memiliki inisiatif abgaimana kalo saya mengajak teman-teman kelas saya untuk ke rumah dan mengadakan makan-makan bersama. Memang pada saat itu lagi marak-maraknya penyebaran virus Corona, tapi kami mengetahui bahwa virus tersebut tidak menyebar melalui udara, melaikan menyebar melalui kontak fisik antara penderita dengan orang laim, jadi kami tenang-tenag aja untuk keluar rumah, asalkan dengan catatan mengunakan masker saat berpergian, menutup kuliah yang mudah tersentuh orang dan menjaga jarak dengan orang sekitar demi menjaga dari terjangkitnya virus tersebut.
Setelah kuliah diliburkan, semua tempat umum juga diluburkan, seperti perpustakaan dan lainnya. Sebenarnya pada saat itu saya ingin ke perpustakaan daerah untuk mengembalikan buku yang sya pinkam, tetapi karena ditutpnya perpustakaan daerah maka saya pasti terlambat untuk mengembalikan buku tesebut.
Di kampus saya juga diliburkan semuanya, bukan hanya mahasiswanya saja yang libur, tetapi dosen para staf, para pekerja akademik, para penjaga dan pengelola perpustakaan kampus dan bahkan satpam juga diliburkan selama 2 minggu juga. Jadi otomatis kampus sangat sepi, saya tau kondisi tersebut karena saat itu saya sengaja keluar dan melihat-lihat Pontianak yang siangnya begitu sepi, di kampus dan juga dimanapun. Lebih kasiannya lagi para mahasiswa yang meminjam buku di perpustakaan kampus, pada saat saya dan teman-teman endapatkan info  dari berbagai grup kampus bahwa pengembalian buku pinjaman perpustakaan kampus harus dikembalikan di salah satu rumah pengelola perpustakaan tersebut, dan itu bagi saya malah memberatkan mahasiswa karena otomatis mahasiswa yang meminjam buku di perpustakaan kampus pasti keluar dan mencari buku tersebut, karena mereka takut dengan sanksi yang diberikan apabila mereka telat dalam emngambalikan buku tersebut. Bagi saya cara tersebut salah, seharusnya biarkan saja buku tersebut masih dipegang oleh mahasiswa dan dikembalikan nanti pada saat perkualiah aktif kembali, agar mahasiswa tetap berada di ruamhnya masing-masing.
Pada saat libur kuliah, perkuliaham juga dilaihakn denga perkulihan online, jujur kuliah online itu kurang efektif apalagi kalo harus presentasi melalui grup wa. Akan lebih baik apabila perkulihan dilaihkan dengan tugas aja.
Penyebaran virus Corona semakin banyak memakan korban di Pontianak, dengan cepat pemerintah kalbar pak sutarmidji bergerak dengan menutup akses-akses keramian, dan menutup jalur masuknya orang-orang yang berasal dari luar negeri. Bahkan orang-orang Indonesia yang berada di Negara lain di larang untuk pulang untuk menjaga terhindarnya dari virus tersebut.
Selama libur ini saya hanya mengabiskan waktu diruamh dengan ponsel saya, semua social media banyak berkaitan dengan virus Corona tersebut, banyak juga saya jadi lebih mengathui bagaimana cara memelihara kesehatan, bagaimana menghindari gejala-gejalan yang menandai virus tersebut.
Karena libur yang panjang, bayank mahasiswa yang memilih untuk pulkam, saya sebenarnya disuruh orang tua saya pulka pada saat itu, karena mereka khawatir dengan virus Corona yang semaki menyebar di kota Pontianak, tetapi saya ragu karena jarah kampong saya itu jauh, bias memakan waktu smapai 12 jam didalam bus, dan saya jyag berpikir bila di dalam bus ada yang terkena virus tersebut, jadi nda aman deh sayanya. Akhirnya saya pun tidak memilih pulkam dan menetap di Pontianak dengan alasan masih ada tugas yang harus diselesiakan dsini. Tetapi orang tua saya menelpon dan mengatakan apabila libur kampus diperpanjang karena masih bahayanya virus Corona tersebut, maka saya harus pulkam. Semoga april ini virus tersebut memudah dan alam eklamaan akan hilang dengan sednirinya… AAMIIN.
Dari berbagai social media yang saya lihat tentang mencegah virus Corona tersebut, kita dianjurkan untuk sering mengkonsumsi air putih, dam selalu mencuvi tangan dengan sabun. Berpergian apabila ada hal penting-penting saja, dan saat berpergian saya mencari masker dan tisu basah steril juga sangat susah, stok kedua barang tersebut sudah habis.
Kemudian kabar kematian akibat virus Corona tersebut semakin banyak memakan korban, saat itu juga banyak warga yang belanja banyak untuk stok makanan dirumahnya. Bahkan cafa-café ditutup, dan banyak info yang mengatakan bahwa masjid-masjid juga akan ditutup dan bahkan ada beberapa postingan yang mengatakan shalat jum’at dan shalat id akan ditiadakan di masjid, ini bagi saya adalah keputusan yang salah. Seharusnya kalo mau menjaga kesterilan masjid harus sering-sering di bersihkan, dan kalaupun ada kemauan, masjid bias dipasang alat pendeteksi virus tersebut, karena di China alat tersebut sudah ada, dan diterapkan di tempat-tempau umum, dan kendaraan umum lainnya.
Dari info tentang ditutupnya masjid karena virus tersebut banyak membuat kontrofersi di sebagian masyarakat, mereka kurang setuju dengan keputusan tersebut apabila harus menutup tempai ibadah tersebut. Tapi sepertinya keputusan tersebut tidak begitu resmi, buktinya masih banyak masjid yang buka hanya saja ada sebagian masjid yang mewajibkan kita membawa sejadah sendiri dari rumah dan tidak disediakan sejadah dari masjid.
Saya juga melihat beberapa sosmed mengabarkan bahwa pemerintah juga banyak menggerakkan relawan-relawan untuk menyemprotkan cairan pensteril di berbagai tempat umum, seperti di masjid-masjid, dan tempat ibadah lainnya.
Tentang virus Corona ini saya sempat berpikir bahwa virus ini adaah ciptaan orang China, karena ada eberapa alas an yang saya temukan, pertama penyebaran pertama virus ini terjadi di Wuhan, dan vaksin pertama kali di ciptakan juga di wuhan. Alasan kedua, apabila Corona ini terjadi karena orang mengkonsumsi makanan yang aneh, kenapa baru sekerang adanya, sednagkan kebiasaan orang China makan makanan seperti itu sudah sejak dulu. Jadi saya berpikir ini adalah permainan bisnis ekonomi dengan mereka enciptakan virus dan menciptakan vaksinnya.
Pemikiran lain saya mengatakan ini adalah teori gensida. Teori ini saya dapatkan setelah saya menonton Avenger yang di film tersebiu tanos berusaha memusnahkan sebagianpenduduk bumi karena baginya mnusia sudah melebihi kapasitas sumber daya alam di bumi. Dari situ saya beranggapan ini seperti teori tanos tersebut, jadi corona ini memusnahkan sebagai manusia demi keseimbangan alam.. hahaha lucu sih.
Jadi dari cerita diatas itulah beberapainformasi yang saya dapatkan dari melihat hp seharaian diruamh demi menghindari vrus Corona tersebut.
Kemudian penulis berpesan bagi para pembaca untuk tidak panik dengan virus corona tersebut, kita boleh takut tapi jangan panik, jadi kita cukup menjaga kesehatan badan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, perbanyak minum air putih, perbanyak minum-minuman yang hangat, terutama air jahe dan air kencur, dan bila berpergian gunakan masker dan hindari kontak fisik dengan orang lain.
Teman-teman harus ingat aja, kita semua dilindungi kok sama Tuhan kita masing-masing, apalagi kalo kita sering berdoa dan meminta keselamatan dan kesehatan bagi kita, InsyaAllah kita semua diberi kesehatan dan diberi kemudahan dalam menjaga diri dari virus Corona tersebut. Dan pesan saya, jangan mudah percaya dengan isu-isu hoax yang beredar, apalagi sekarang maraknya penipu dan perampok yang menyamar menjadi petugas kebersihan dengan alas an iningin menyemprot rumah, tetapi mereka adalah perampok.
Jadi saran saya, apabila ada orang asing datang kermah, jangan terima sembarangan, bila perlu periksa terlebih dahulu orang tersebut.
Oke guys… sekian cerita saya tetang pengalaman bersama virus Corona, ya ada yang menegangkan dan ada juga yang menyenangkan.. dasar.
Sekian terima kasih, sering-sering lah membaca dan jangan mudah terpengaruh hoax diluar sana.
Oke sampai jmpa lagi di tulisan selanjutnya, terima kasih..








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI KIAMAT (Perspektif Akidah ASWAJA)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kembali lagi dengan Asmaji_Blogger, semoga semuanya sehat dan tetap semangat dalam membaca d...